Belajar dari Para Penghapal Al Quran Cilik

Pernahkan Ayah dan Bunda mendengar tentang para penghapal Al-Quran cilik?

Imam Asy-Syafi’i hapal Al-Quran pada usia 7 tahun. Beliau menjadi Guru Besar ketika baru berusia 15 tahun dan kemudian dikenal sebagai ulama besar ilmu fiqih dan ahli bahasa yang berakhlak mulia.

Ibnu Sina hapal Al-Quran pada usia 5 tahun. Beliau dikenal sebagai filsuf dan ilmuwan besar di bidang kedokteran. Karya-karyanya menjadi rujukan kedokteran selama berabad-abad dan diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Ibnu Khaldun hapal Al-Quran pada usia 7 tahun. Beliau adalah sejarawan dan ilmuwan besar pendiri ilmu historiografi, sosiologi, dan ekonomi. Teori-teorinya hidup hingga kini dan mendahului para pemikir Barat modern.

Umar bin Abdul Aziz, yang hapal Al-Quran sejak kecil, menjadi gubernur Madinah pada usia 23 tahun. Sejarah mencatatnya sebagai pemimpin yang mampu membawa rakyatnya pada kesejahteraan dalam waktu singkat. Saking sejahteranya, tidak ada rakyatnya yang bersedia menerima zakat.

Dan … mungkin Ayah dan Bunda pernah mendengar Hussein Tabataba’i yang hapal Al-Quran pada usia 5 tahun. Ia mendapat gelar Doktor Honoris Causa pada usia 7 tahun! Subhanallah!

Mereka hanyalah sedikit contoh.

Orang-orang yang hapal dan paham Al-Quran sejak kecil punya kemampuan luarbiasa untuk menguasai bidang apa pun! Berprestasi, meraih sukses sejak muda, dan memberi manfaat besar bagi sesama. Ciri orang berilmu dan berakhlak mulia!

Inilah salah satu kunci kejayaan Islam di masa lalu: tradisi mendidik anak-anak untuk menghapal, memahami, dan mengamalkan Al-Quran sejak kecil, sebelum mengarahkan mereka pada bidang yang menjadi bakat masing-masing.

Anak-anak yang cinta dan paham Al-Quran sejak dini, insyaAllah kelak tidak akan membuat Ayah dan Bunda “pusing tujuh keliling“. Ayah dan Bunda …

… tidak perlu susah-susah menyuruh mereka belajar
… tidak perlu marah-marah menyuruh mereka shalat
… tidak perlu cemas berlebih dengan pergaulan mereka

karena paham Al-Quran itu …
sumber semangat mencari ilmu
sumber motivasi beramal saleh dan ibadah
imunisasi terhadap lingkungan dan arus informasi negatif.

Para penghapal Al-Quran akan dijaga dari segala keburukan karena mereka mudah diingatkan.

Selain itu, Allah Swt menjanjikan kebaikan, keberkahan, dan kenikmatan bagi mereka, di dunia dan di akherat.

Dan ….

Tidakkah Ayah dan Bunda “merasa iri” mendengar tentang orangtua yang semua anaknya hapal Al-Quran?

Bahkan, seorang penghapal Al-Quran cilik dari Sulawesi, ketika ditanya motivasinya menghapal Al-Quran, jawabannya adalah …

“… karena ingin mengangkat derajat kedua orangtuanya di mata Allah Swt dan supaya mereka masuk surga.”

Janji Allah kepada Orangtua dari Penghapal Al-Quran!

Siapa yang membaca Al-Quran, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari, dan kedua orangtuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab, “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Quran.” (HR Abu Daud)

Subhanallah.. semoga allah menjadikan anak anak kita menjadi penghapal al quran, mendapatkan jodoh, jodoh yang hapal al quran, dan mendapatkan keturunan, keturanan yang hapal al quran .. amiiin..amiiin…amiinn

tulisan terkait:

Belajar dari Para Penghapal Al Quran Cilik

2 Comments

    1. sangat mudah untuk mendengar dan belajar bacaan yang betul dari qariqari yang terkenal: as sudais saad al ghamidi rashid al afasy.

    2. Iwan Rustiawan says:

      subhanalloh,mudah2AN anak-anaku mnjd penghafal al qur’an,amin.amain,amin

Leave a Reply

Belajar dari Para Penghapal Al Quran Cilik

0 Trackbacks